YAYASAN PENDIDIKAN FARMASI NASIONAL
AKADEMI ANALIS KESEHATAN NASIONAL
Jl. Yos Sudarso 338, Dawung Surakarta 57155, Telp (0271) 644958. Fax (0271) 665023
Home >> News

Anemia




ANEMIA



 



Anemia merupakan kelainan hematologi yang



masih sering kita jumpai di Indonesia meskipun



angka resmi prevalensi belum pernah diterbitkan.



Adapun definisi anemia secara fungsional ialah keadaan dimana massa eritrosit dan atau massa hemoglobin yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya dalam menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Sedangkan secara laboratorik dijabarkan sebagai penurunan di bawah normal kadar hemoglobin, hitung eritrosit, dan hematokrit ( packed red cells ). Untuk Indonesia, kriteria anemia pada umumnya menggunakan kriteria klinik yakni :



1.     Hemoglobin < 10 g/dl



2.     Hematokrit < 30 %



3.     Eritrosit < 2,8 juta/mm3



Klasifikasi derajat anemia yang umum dipakai sebagai berikut :



1.     Ringan sekali                Hb 10 g/dl



2.     Ringan                 Hb 8 – 9,9 g/dl



3.     Sedang                 Hb 6 – 7,9 g/dl



4.     Berat                    Hb < 6 g/dl



Anemia dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara, klasifikasi yang sering dipakai :



1.     Klasifikasi Morfologik



                            A.Anemia Hipokromik Mikrositer



                            B.Anemia Normokromik Normositer



                            C.Anemia Makrositer



2.     Klasifikasi Etiopatogenesis



                            A.Produksi eritrosit menurun



                            B.Kehilangan eritrosit dari tubuh



                            C.Peningkatan penghancuran eritrosit dalam tubuh



                            D.Bentuk campuran



                             E.Bentuk yang patogenesisnya belum jelas



Pemeriksaan laboratorik hematologik yang dilakukan sebagai penunjang diagnosis anemia meliputi :



1.     Tes Penyaring



Dikerjakan pada awal kasus anemia sehingga dapat dipastikan adanya anemia dan bentuk morfologi anemia tersebut. Pemeriksaan ini meliputi :



a.     Kadar hemoglobin



b.     Indeks eritrosit



c.      Apusan darh tepi



2.     Pemeriksaan Seri Anemia



Pemeriksaan ini juga dikerjakan pada semua kasus anemia adalah :



a.     LED



b.     Hitung differensial



c.      Hitung retikulosit



d.     Trombosit                 



3.     Pemeriksaan Sumsum Tulang



Pemeriksaan harus dikerjakan pada sebagian besar kasus anemia untuk mendapatkan diagnosis definitif.



4.     Pemeriksaan Atas Indikasi



Pemeriksaan baru dikerjakan untuk konfirmasi dugaan diagnosis dokter, seperti : anemia megaloblastik dikerjakan pemeriksaan asam folat darah, vitamin B12.



Pemeriksaan penunjang laboratorium yang perlu dikerjakan pada beberapa kasus tertentu diantaranya:



1.     faal ginjal



2.     faal endokrin



3.     asam urat



4.     faal hati



5.     biopsi kelenjar



6.     radiologi



7.     pemeriksaan sitogenetik



8.     pemeriksaan biomolekuler



9.     dll



Akibat rendahnya kadar hemoglobin akan  mempengaruhi kemampuan darah menghantarkan oksigen yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. Sehingga dapat menimbulkan dampak pada pelajar diantaranya lesu, lemah, pucat, daya tahan tubuh menurun, konsentrasi belajar rendah, kemampuan berpikir kurang, mudah lupa, gampang mengantuk, dan tidak bergairah. Dalam jangka panjang, anemia bahkan dapat mengakibatkan kerusakan pada sel otak secara permanen. Sel-sel otak yang sudah rusak tidak bisa dipulihkan kembali.



 



 



 



Daftar Pustaka



Bakta,I Made.2007.Hematologi Klinik Ringkas.Jakarta.EGC



 



 

Statistik
Guest OnLine 12
Total Visitors 5543
Kontak OnLine
SPMB
Info_kerjasama
Akademik
Copyright 2012
Jl. Yos Sudarso 338, Dawung Surakarta 57155, Telp (0271) 644958. Fax (0271) 665023
Jogjacamp Logo